Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Mendorong Batu Angus di kaki Gunung Gamalama jadi wisata geopark

Jumat, 02 September 2022 | September 02, 2022 WIB Last Updated 2022-09-02T10:14:40Z

 


Berita-Indoya - Gunung Gamalama dari kejauhan tampak membentang kokoh. Gunung yang termasuk  dalam stratovolcano, mengerucut,  dengan ketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu pada sebagian permukaannya  terlihat tertutupi berbagai tanaman hutan.  


Gunung Gamalama konon sudah lebih dari 60 kali meletus. Berdasarkan catatan,  pertama kali meletus pada tahun 1538, dan pada tahun 1673 Gunung Gamalama kembali meletus cukup dahsyat  hingga menyebabkan perubahan kontur wilayah Ternate. Sisa-sisa letusan itu kini masih dapat dilihat jejaknya  melalui  Geopark Batu Angus.


Geopark atau Taman Geologi  Batu Angus di Ternate ini, menurut literatur, terbentuk  dari tumpukan bebatuan yang berasal dari lahar beku yang mengarah ke laut akibat letusan Gunung Gamalama pada 1673. 


Oleh karena itu, jika berkunjung ke kawasan Geopark Batu Angus di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut),  pengunjung akan disuguhi pemandangan hamparan gumpalan batu hitam, yang membentang dari kaki Gunung Gamalama hingga ke tepi Pantai Ternate.


Hamparan gumpalan batu hitam dengan beragam ukuran dan bentuk yang unik itu merupakan aliran lahar panas yang membatu dari kawah Gunung Gamalama, ketika gunung setinggi 1.715 mdpl tersebut meletus.


Wali Kota Ternate Tauhid Soleman mengupayakan kawasan Geopark Batu Angus yang terletak sekitar sembilan kilometer sebelah utara dari pusat Kota Ternate itu, menjadi destinasi geopark nasional. Geopark, taman geologi atau kadang disebut taman bumi adalah  sebuah wilayah yang difungsikan sebagai kawasan lindung dan digunakan untuk mengelola warisan geologi secara berkelanjutan.


Kawasan Geopark Batu Angus dinilai memenuhi syarat menjadi destinasi geopark nasional karena di dalamnya terdapat fenomena alam bekas letusan gunung api berusia lebih dari 200 tahun dan tetap terpelihara. Fenomena alam serupa, tidak ditemukan di gunung api lainnya di Indonesia.


Selain itu, Pemkot Ternate telah mengembangkan kawasan Geopark Batu Angus menjadi salah satu objek wisata unggulan Ternate yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.


Jika pengembangan kawasan Geopark Batu Angus terealisasi, maka diharapkan akan memberi kontribusi besar terhadap sektor pariwisata di daerah kelahiran Pahlawan Nasional Sultan Baabullah ini.


Wisatawan akan semakin tertarik datang ke Ternate. Apalagi di daerah yang sejak zaman dahulu dikenal sebagai daerah penghasil rempah ini, juga terdapat objek wisata menarik lainnya, terutama wisata sejarah, wisata bahari dan wisata alam.


Khusus wisata sejarah yang menarik di Ternate di antaranya tujuh benteng peninggalan kolonial dan beragam benda pusaka di Keraton Kesultanan Ternate, seperti mahkota emas berambut yang diklaim sebagai mahkota terunik di dunia karena rambut di mahkota itu tumbuh memanjang seperti layaknya rambut di kepala manusia.


Pengembangan kawasan Geopark Batu Angus menjadi destinasi geopark nasional diharapkan akan memberi kontribusi pula terhadap sektor pariwisata di kabupaten/kota di Maluku Utara yang berdekatan dengan Ternate, seperti Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Barat.


Wisatawan yang datang ke Ternate setelah mengunjungi kawasan Geopark Batu Angus dan objek wisata lainnya di daerah ini, akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Halmahera Barat atau Kota Tidore Kepulauan, karena kedua daerah itu juga memiliki objek wisata menarik.


Di Kabupaten Halmahera Barat misalnya, terdapat wisata bawah laut di Teluk Jailolo yang keindahannya dikenal hingga ke mancanegara. Sedangkan Kota Tidore Kepulauan ada pulau wisata Maitara yang diabadikan dalam uang kertas pecahan Rp1.000.


 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno sangat mendukung pengembangan kawasan geopark batu angus menjadi destinasi geopark nasional

×
Berita Terbaru Update