Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Rusia 'Cuek' Jika Finlandia Resmi Gabung NATO, Kepala Intelijen Ungkap Keterkejutannya

Senin, 06 Juni 2022 | Juni 06, 2022 WIB Last Updated 2022-06-06T06:00:00Z

 

Editor: Owi CH

Berita-Indoya - Finlandia sejauh ini merasa akan senasib dengan Ukraina jika memaksakan diri bergabung dengan NATO.


Finlandia sudah menghitung risiko diinvasi Rusia sama seperti Ukraina, jika mereka benar-benar menjadi bagian NATO.


Akan tetapi ketakutan itu terbantahkan oleh penelitian dan investigasi pihak intelijen Finlandia.


Rupanya, Rusia tidak menekan Finlandia yang berkeinginan untuk bergabung bersama NATO.  

Kepala Polisi Keamanan Finlandia SUPO, Antti Pelttari mengatakan kepada Financial Times, Rusia memperlihatkan reak 'cuek' alias biasa-biasa saja.


Kepala intelijen Finlandia menganggap fakta ini sangat 'mengejutkan' seperti diberitakan RIA Novosti yang dikutip Berita-Indoya pada Senin, 6 Juni 2022.


"Sejauh ini semuanya cukup tenang dan semoga semua tetap begitu. Untung tidak terjadi apa-apa," kata dia. 


Antti Pelttari lantas mengambil benang merah, jika reaksi Rusia akan memuluskan Finlandia untuk benar-benar bergabung bersama NATO.

"Momen positifnya juga kita siap dan mampu melindungi masyarakat kita," kata Pelttari.


Pada saat yang sama, kepala SUPO tidak merinci reaksi seperti apa yang diharapkan dari pihak Rusia di Helsinki.


"Mereka tertarik akan menjadi anggota aliansi Atlantik Utara seperti apa Finlandia jika ini terjadi," kata pejabat Finlandia itu.


Finlandia dan Swedia mulai berbicara tentang kemungkinan meninggalkan netralitas jangka panjang mereka dan bergabung dengan Aliansi Atlantik Utara dengan latar belakang operasi khusus Rusia di Ukraina. 


Pada pertengahan Mei, Helsinki dan Stockholm mengajukan aplikasi untuk bergabung dengan blok tersebut, tetapi pertimbangan mereka secara efektif diblokir oleh Turki. 

Ankara telah mengajukan tuntutan, termasuk mengenai Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang di republik itu, yang belum siap dipenuhi oleh negara-negara Skandinavia.


Rusia telah berulang kali menekankan bahwa NATO bertujuan untuk konfrontasi. 


Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov mengatakan bahwa perluasan aliansi lebih lanjut tidak akan membawa keamanan yang lebih besar ke Eropa. 

Pada saat yang sama, Kremlin tidak menganggap masuknya dua negara Nordik ke dalam organisasi sebagai ancaman eksistensial bagi Rusia. 


Presiden Vladimir Putin, dalam percakapan dengan timpalannya dari Finlandia Sauli Niiniste, menekankan bahwa mengabaikan kebijakan tradisional netralitas militer akan menjadi kesalahan, karena tidak ada ancaman terhadap keamanan negara ini.

×
Berita Terbaru Update